Seputar Peradilan

Senin, tanggal 22 Oktober 2018, Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Prof. Dr. H. M Hatta Ali, S.H., M.H meresmikan oprasionalilasi 85 pengadilan baru di seluruh Indonesia yang terdiri dari 30 Pengadilan Negeri, 50 Pengadilan Agama, 3 Mahkamah Syari’ah. Dan 2 Pengadilan Tata Usaha Negara. Peresmian pengadilan baru tersebut secara simbolis di resmikan di Molounguane Kabupaten Kepulaun Talaud, Provensi Sulawesi Utara

Untuk ikut menyemarakan acara “kelahiran” ke 85 (delapan puluh lima) Pengadilan baru tersebut dan menindaklanjuti Surat Edaran Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor : 9 Tahun 2018. Tentang Publikasi Peresmian Operasional Pengadilan Baru. Tanggal 18 Oktober 2018 Serta Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung Nomor: 183/KMA/SK/IX/2018 tentang Penetapan Tanggal dan Tempat Peresmian Operasional Pengadilan Baru. Pengadilan Agama Marabahan Menggelar acara nonton bareng peresmian oprasional pengadilan baru di ruang tunggu sidang Pengadilan melalui live streaming youtube.

Acara nonton bareng tersebut dihadiri oleh Ketua, Para Hakim, Panitera, Sekretaris, Pejabat Fungsional, Pejabat Struktural, Staf dan Para Honorer Pengadilan Agama Marabahan.

nonbar.jpg

Mahkamah Agung RI telah menyiapkan 977 aparatur peradilan untuk mengisi untuk menjalankan operasional Pengadilan baru tersebut,Demikian disampaikan oleh Sekretaris Mahkamah Agung RI A. S. Pudjoharsoyo saat memberikan keterangan kepada awak media dalam jumpa pers persiapan peresmian pengadilan baru di Ruangan Media Center. A. Harifin Tumpa, Mahkamah Agung, Jakarta, Jumat, 19/10/18.

977 orang aparatur pengadilan tersebut lanjut A. S. Pudjoharsoyo terdiri atas 283 orang hakim dan 694 pegawai tenaga teknis dan kesekretariatan, sehingga setiap Pengadilan sudah mempunyai minimal jumlah SDM agar dapat beroperasi melayani kebutuhan pencari keadilan.

“283 hakim tersebut termasuk yang akan menduduki posisi pimpinan maupun hakim yang akan menangani perkara dan 694 orang pegawai sudah termasuk untuk tenaga kepaniteraan seperti panitera, para panitera muda dan juru sita sementara untuk tenaga kesekretariatan termasuk di dalamnya sekretaris dan para kasubag” jelas A. S. Pudjoharsoyo

Kedepan, Mahkamah Agung terus berupaya untuk melengkapi segala kebutuhan semua pegadilan baru khususnya kebutuhan aparatur peradilan dan kebutuhan sarana dan prasarana pengadilan, dengan demikian masyarakat pencari keadilan terlayani dengan maksimal.