Seputar Peradilan

KULTUM BA’DA ZHUHUR DI PENGADILAN AGAMA MARABAHAN

kultum

Sejak hari pertama sampai hari kedelapan Ramadhan 1442 Hijriah, Ketua PA. Marabahan telah membentuk dan menunjuk petugas-petugas untuk mengisi kegiatan ramadhan, salah satunya adalah mengadakan kuliah tujuh menit (Kultum) setelah shalat dhuhur. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap hari di bulan ramadhan kecuali hari jumat dan hari-hari libur (sabtu-minggu). Selain kultum kegiatan ramadan juga diisi dengan tadarus dan sholat zhuhur berjamaah. 

Sebagai mana terlampir pada jadwal yang telah disusun, Adzan pun dikumandangkan oleh muazzin Ahmad Rojali, sholat dhuhur berjamaah di-imami langsung oleh Bpk. Drs. Ardiansyah. Setelah sholat dhuhur berjamaah dilanjutkan dengan kultum yang dibuka oleh Halimah, S.Pd sebagai protokol untuk mendengarkan kultum. Kali ini yang bertindak sebagai penceramah pada hari kedelapan Ramadhan adalah Mohammad Sahli Ali, S.H.I., salah seorang Hakim Pengadilan Agama Marabahan.

Pada kesempatannya beliau menyampaikan dalam taushiyahnnya, bahwa Seluruh jenis ibadah yang disyariatkan Allah Swt kepada hamba-Nya mengandung hikmah-hikmah di baliknya. Tak terkecuali dengan puasa yang sedang dijalankan oleh umat muslim seluruh dunia pada hari ini. Ali Al-Jurjawi dalam Hikmat al-Tasyri’ wa Falsafatuhu, menguraikan beberapa hikmah puasa.

Pertama, puasa sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat-nikmat Allah. Menurut Al-Jurjawi, sejatinya seluruh jenis ibadah adalah ekspresi syukur hamba terhadap Tuhannya atas segala anugerah nikmat yang tak terhingga. Keduapuasa untuk melatih manusia mengemban amanah dan tanggung jawab dengan penuh kesungguhan dan kejujuran. Ketiga puasa untuk membedakan manusia dengan binatang. Keempatpara dokter telah menyarankan agar manusia mengontrol dan menjaga pola makannya. Kelima, puasa untuk mengurangi syahwat seksual. Karena tidak makan dan minum maka secara biologis manusia menjadi lemas.  Keenam, secara normal, saat seseorang berpuasa tentu kita akan merasakan pahitnya melaksanakan ibadah tersebut. Di tengah terik matahari, tentu rasa dahaga muncul, tapi apalah daya kita harus menahannya karena sedang berpuasa. Di sinilah sebenarnya kita ditempa untuk menumbuhkan sikap empati dan peduli kepada orang fakir dan miskin.

Semoga kegiatan ramadhan ini sebagai penambah ketaqwaan kita kepada Allah SWT.